Hanyalah sebuah gaya hidup yang menyingkirkan hal-hal yang tidak Anda gunakan atau butuhkan, sebuah gaya hidup yang bebas dari kekacauan, dan berada di lingkungan yang sederhana dan rapi, sebuah kehidupan sederhana. Ini adalah sebuah gaya hidup tanpa obsesi akan hal-hal materi tetapi terobsesi untuk bisa melakukan segala sesuatu dan begitu banyak hal. Gaya hidup ini akan menggunakan peralatan hidup yang sederhana, memiliki lemari yang sederhana, dan cukup membawa sedikit barang yang menghasilkan kehidupan yang ringan.
Lalu Apa Manfaat Gaya Hidup Minimalis?
Ada banyak kelebihan dari gaya hidup minimalis. Gaya hidup ini lebih rendah tingkat stres-nya. Yang pasti, biaya hidupnya akan jauh lebih murah dan kurang dalam utang. Juga kurang dalam kegiatan membersihkan dan memelihara rumah. Ini lebih menyenangkan. Ada lebih banyak waktu luang untuk mencipta, untuk berbagi dengan orang-orang terkasih, untuk perdamaian, untuk melakukan hal-hal yang memberi Anda sukacita. Ada lebih banyak waktu untuk mendapatkan kesehatan. Bahkan gaya hidup ini memungkinkan Anda menjadi lebih kaya, bukan sekedar bisa hidup sejahtera yang langgeng. Lebih mudah dalam mengatur hidup, dan ini pun baru sebagian saja.
Mengapa Banyak Orang Menjadi Minimalis?
Menjadi Minimalis adalah sebuah cara untuk membebaskan diri dari ekses dunia di sekitar kita, seperti ekses konsumerisme, pemilikan harta benda, hidup yang acak-acakan, memiliki terlalu banyak yang menuntut banyak hal yang harus dilakukan, terlalu banyak utang, terlalu banyak gangguan, dan terlalu banyak kebisingan. Tapi semua ekses itu ternyata terlalu sedikit maknanya.
Minimalis adalah cara menghindari hal-hal yang tidak penting atau kurang esensinya, agar bisa fokus pada apa yang benar-benar penting, apa yang memberikan arti bagi kehidupan kita, apa yang memberi kita sukacita dan yang bernilai.
Apakah minimalis tidak membosankan atau terlalu gersang, dengan tanpa apa-apa dalam hidup?
Ada banyak kesalahpahaman tentang minimalis. Dianggap gaya hidup minimalis itu sama seperti biarawan, kosong, membosankan, dan steril. Tidak sama sekali. Bukan gaya hidup seperti itu yang dimaksud dengan haya hidup minimalis. Malah sebaliknya, kita membuang semuanya kecuali yang paling penting - untuk memberi ruang akan hal-hal yang memberi kita yang paling mendatangkan sukacita. Bebas dari gangguan sehingga kita bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa. Menyelesaikan semua kewajiban sehingga kita bisa menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai. Bebas dari kebisingan sehingga kita dapat berkonsentrasi pada ketenangan batin, spiritualitas (jika kita ingin), di pemikiran kita. Akibatnya, ada lebih banyak kebahagiaan, kedamaian, dan sukacita, karena kita telah membuat ruang untuk hal-hal ini.
Mengapa Banyak Orang Menjadi Minimalis?
Menjadi Minimalis adalah sebuah cara untuk membebaskan diri dari ekses dunia di sekitar kita, seperti ekses konsumerisme, pemilikan harta benda, hidup yang acak-acakan, memiliki terlalu banyak yang menuntut banyak hal yang harus dilakukan, terlalu banyak utang, terlalu banyak gangguan, dan terlalu banyak kebisingan. Tapi semua ekses itu ternyata terlalu sedikit maknanya.
Minimalis adalah cara menghindari hal-hal yang tidak penting atau kurang esensinya, agar bisa fokus pada apa yang benar-benar penting, apa yang memberikan arti bagi kehidupan kita, apa yang memberi kita sukacita dan yang bernilai.
Apakah minimalis tidak membosankan atau terlalu gersang, dengan tanpa apa-apa dalam hidup?
Ada banyak kesalahpahaman tentang minimalis. Dianggap gaya hidup minimalis itu sama seperti biarawan, kosong, membosankan, dan steril. Tidak sama sekali. Bukan gaya hidup seperti itu yang dimaksud dengan haya hidup minimalis. Malah sebaliknya, kita membuang semuanya kecuali yang paling penting - untuk memberi ruang akan hal-hal yang memberi kita yang paling mendatangkan sukacita. Bebas dari gangguan sehingga kita bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa. Menyelesaikan semua kewajiban sehingga kita bisa menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai. Bebas dari kebisingan sehingga kita dapat berkonsentrasi pada ketenangan batin, spiritualitas (jika kita ingin), di pemikiran kita. Akibatnya, ada lebih banyak kebahagiaan, kedamaian, dan sukacita, karena kita telah membuat ruang untuk hal-hal ini.
No comments:
Post a Comment